hai fri3nd......p4 xbr???

hai fri3nd......p4 xbr???

Jumat, 11 Juni 2010

My ShorT sTorY.......

Intan adalah anak pertama dari tiga orang bersaudara. Sekarang ia duduk di bangku SMA kelas XI, sedangkan adiknya yang menengah duduk di bangku SMP kelas VII, dan yang paling kecil masih duduk di bangku SD kelas III. Mereka termasuk anak-anak yang kurang beruntung, apalagi Intan yang merupakan anak sulung dalam keluarga itu. Dia yang mengerjakan semua pekerjaan rumah.
Beda halnya dengan orang tua mereka yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Meskipun mereka bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga, namun Intan merasa jauh dari orang tuanya. Intan merasa kasih sayang yang diberikan kedua orang tuanya masih kurang. Dia sangat berharap kedua orang tuanya bisa meluangkan waktu untuk dia dan kedua adiknya walaupun hanya sebentar. Akan tetapi waktu itu tidak pernah ada, yang ada hanyalah kemarahan yang muncul dari kedua orang tuanya.
Setiap pulang kerja orang tuanya selalu marah-marah, mereka tidak pernah memikirkan perasaan anak-anaknya. Namun mereka menerimanya dengan ikhlas dan selalu menuruti semua perintah orang tuanya. Intan juga sempat bertanya kepada orang tuanya.
“Bu,Yah. Mengapa kalian tidak pernah meluangkan waktu untuk kami? Ucapnya dengan nada yang lembut.
“Kami bekerja untuk kalian”, kata ayah. Kemudian Ibu menyambung perkataan ayah.
“Tan, bukannya kami tidak punya waktu, tapi pekerjaanlah yang menuntut kami harus begini”, jawab ibu lembut sambil mengusap kepala Intan.
Intan hanya diam tanpa kata, karena menurut dia apa yang di sampaikan orang tuanya ada benarnya juga. Tak lama kemudian Intan pergi ke kamar diiringi dengan isak tangis. Dia merasa bersalah atas prasangka buruknya kepada orang tuanya selama ini.
Kemudian hari demi hari terus di jalani Intan dengan penuh keceriaan, tanpa memikirkan urusan orang tuanya lagi. Intan adalah anak yang rajin dan suka bergaul. Orang-orang di sekitar rumahnya sangat suka dengan sikapnya yang ramah. Tak heran jika dia mempunyai seorang teman yang baik dan juga suka bergaul. Apapun masalah yang di hadapi Intan, selalu di ceritakannya kepada Via, sahabatnya. Mereka berteman dari SD dan sampai sekarang hubungan mereka tidak pernah renggang. Sangat jauh berbeda dengan hubungan Intan dengan kedua orang tuanya.
Selain di sibukkan dengan pekerjaan rumah, Intan juga mempunyai seorang cowok yang sangat setia kepadanya. Nama cowok itu adalah David. Hampir setiap malam David pergi kerumah Intan. Intan selalu menyempatkan diri untuk menemui David, meskipun Intan lelah dengan pekerjaan rumahnya.
Orang tua Intan menyetujui hubungan mereka, namun mereka hanya boleh pacaran di dalam rumah. Intan fine-fine saja, karena menurut Intan melihat David saja hatinya sudah senang. Tapi Intan juga heran dengan sikap ibunya yang terlalu perhatian kepadanya. Intan merasa ada sesuatu yang di sembunyikan dari dia. Apa itu Intan tidak tahu.
Namun lambat laun, semua itu terbongkar dari mulut ibunya sendiri. Ibunya keboblosan mengatakan hal itu. Ibunya ingin ketika tamat SMA ini, Intan lansung menikah dengan orang pilihannya.
Intan yang mendengar hal itu sangat kecewa dan sedih terhadap orang tuanya. Semula Intan sangat ingin menggapai semua impiannya, yaitu ingin menjadi orang sukses. Namun kini semua impian itu sirna sudah. Semangat yang dulu berkobar-kobar kini hilang karena alasan orang tuanya.
Rasa kecewa membuat hari-hari Intan menjadi tidak ceria seperti dulu lagi. Namun seperti biasa masalah yang di hadapi Intan selalu diceritakan kepada Via. Via juga merasa sedih dengan apa yang dirasakan oleh Intan. “Sungguh malang nasibmu, Intan”, ujar Via dalam hatinya.
Semua hal yang dilakukan Intan, baik dalam hal sekolah maupun dalam melakukan pekerjaan rumah, itu semua terasa percuma. “Teganya orang tuaku memperlakukan aku seperti ini?”, ujar Intan dalam hatinya. Perlakuan kedua orang tua Intan sangatlah mengecewakan. Tidak ada hal yang bisa dibanggakan.
Akibat dari masalah itu, hubungan Intan dengan David jadi renggang. Bukanlah David yang menginginkan semua itu, namun Intanlah yang menjaga jarak dengan David. David juga tidak tahu, apa sebenarnya masalah yang sedang dihadapi Intan. Sehingga dia tidak mau menceritakan apa sebenarnya yang terjadi. Setiap kali David melontarkan pertanyaan jawaban Intan hanya satu,”Tidak ada apa-apa”. Intan tidak mau membuka aib keluarganya kepada siapapun. Bagi Intan itu semua adalah urusan Intan dengan kedua orang tuanya.
Namun pada akhirnya, semangat yang dulu pernah hilang, Intan coba untuk mengembalikan lagi. Ternyata semua usaha yang dilakukan Intan tidak sia-sia, Intan kembali menjadi seorang gadis yang periang.
Akan tetapi mungkin memang sudah takdir Intan untuk menerima semua cobaan hidup yang begitu pahit. Belum lama setelah Intan meraih kembali semangatnya, Intan sudah dihadapkan pula dengan sesuatu yang lebih sakit dari yang biasanya.
Ketika Intan berada dirumah , tiba-tiba teman sekelas Intan ada yang menelpon dan mengajak Intan main kerumhnya. Kebetulan pada waktu itu orang tua Intan tidak ada dirumah, jadi Intan menitipkan pesan kepada kedua orang adiknya.
“Dex, nanti kalau ibu dan ayah pulang, bilang bahwa kakak pergi kerumah teman kakak”
Ketika berangkat dari rumahnya, Intan selalu merasa gelisah. Menurut dia ada hal yang akan tejadi kepad dirinya. Ternyata halusinasi Intan memang benar. Ketika pulang dari rumah temannya tersebut, Intan lansung di seret kedalam rumah dengan menarik rambutnya. Mungkin pada waktu itu Intan pulang agak telat, jadi kemarahan ibunya semakin bertambah banyak. Pesan yang di titipkan Intan kepada adiknya, ternyata belum di sampaikan ke orang tuanya.
Kekejaman orang tua Intan membuat air mata Intan tidak bisa ditahan lagi. Intan sangat merasa sakit, hingga dia berusaha untuk kabur dari ibunya. Intan juga sempat minta tolong ke masyarakat sekitar, namun orang-orang tidak mampu menahan Bu Idar. Beliau sangat kuat. Banyak orang yang menyaksikan kejadian itu, termasuk Via, sahabatnya.
Sikap Bu Idar semakin menjadi-jadi, beliau memukul anaknya menggunakan kayu (sebesar ibu jari), sehingga tangan dan kaki Intan memar. Bu Idar sempat tenang sebentar dan Intan bisa kabur dari jangkauan Ibunya. Dengan kondisi seperti itu Intan pergi kerumah neneknya yang kebetulan rumah neneknya tidak jauh dari rumah Intan. Namun selang beberapa menit kemudian Bu Idar kembali tidak sadarkan diri. Beliau lansung mencari dimana Intan berada, Akhirnya persembunyian Intan di ketahui juga.
Setelah sampai di depan rumah neneknya, Intan lansung jatuh pingsan. Namun sang ibu juga belum sadarkan diri. Akhirnya masyarakat yang di sekitar itu membawa Intan masuk kerumah nenek Intan, sedangkan ibunya di bawah ke rumahnya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar